Kalau dengan
sendiri hanya bisa mengundang kegalauan, kenapa kita tidak bersama yang akan
menenangkan. Kalau dengan sendiri semuanya terasa sulit, kenapa kita tidak
bersama yang akan saling membantu dan memudahkan. Bukannya kita hadir untuk
saling melengkapi dan dan menenangkan
hati.
Saling memantaskan
dengan cara yang halal, karena kerbersamaan kita menjadi ibadah. Tidak dengan
saling merindu yang mengotori hati atau saling memandang yang hanya akan
mengundang murka Allah. Yakinkan aku, kalau kita benar-benar berjodoh dengan
datang langsung bertemu dengan ayahku. Buktikan pada mereka kalau cinta sejati
itu benar-benar ada dan pacaran akan lebih romantis jika sudah menikah.
Jika alasannya
adalah kemapanan, percayakah padaku kalau semua itu bisa kita gapai bersama.
Jika alasannya adalah materi yang mana kau menunda pernikahan, aku yakin imanmu
tidak setipis itu memandang kehidupan. Bersama kita saling menguatkan dan
melengkapi, bukan untuk menyusahkan jalan hidup masing-masing.
Entah berapa
malam lagi aku lewatkan, hanya bisa berharap dalam sujud dan menyapa dalam doa.
Hadirmu seperti mimpi, terlihat jelas saat aku pejamkan mata bersama doa. Akan kan
semuanya jadi nyata, atau hanya penghibur lara disaat semuanya belum tiba.
Hei kamu,
nikah yu. Jangan pernah khawatir dengan masa depan yang belum kita lalui. Jangan
pernah cemas dengan keadaan kita nantinya, karena semuanya bisa kita usahakan
bersama. Kita berdua, berjuang dalam doa dan usaha untuk bisa mendapatkan
kebagaiaan bersama. Mungkin dengan berdua kita bisa akan saling menguatkan. Mungkin
dengan bersama, semua masalah akan menjadi mudah.
[sebarkanlah]
